PEJUANGNOVUS

SCIONS OF NOVUS CHAPTER 5 – CONNECTING HEARTS & SOULS PART 1

Scions of Novus
Penulis: Randh13th


Di suatu tempat,

CONTOH KESADARAN UNIT:

Rangsangan listrik meningkat…

Lonjakan gelombang alpha…

Menterjemahkan rangsangan…

Gelombang statis mulai berkurang dan pandangan mulai muncul. Itu menunjukkan tabung-tabung cloning Albarium. Janin-janin di dalamnya menunggu untuk dimekanisasi.

UNIT DATA PROGRESS:

Bagian biologis dipindahkan ke Fasilitas Implantasi

ERROR: Predisposisi genetik pada variasi tak dikenal terdeteksi

ERROR: Predisiposisi genetik pada kromosom XX terdeteksi

ERROR: Anomali terdeteksi

Tiba-tiba, sebuah tabung pecah dan isinya keluar. Janin yang menggeliat langsung bertumbuh menjadi seorang wanita dewasa dengan rambut coklat yang panjang. Ia hendak melarikan diri, ketika sulur-sulur metal menjerat setiap tungkainya. Ia memberontak sekuat tenaga, namun sia-sia.

Modifikasi Perilaku dan Latihan Sosial Dimuali

Program Doktrin Standar Accretia

Tentakel-tentakel besi mulai memasangkan baju armor kepada wanita tersebut. Ia menjerit ketika baju armor tersebut mulai menutupi seluruh tubuhnya dan meredam jeritannya…

————###———-

“Unit E47, apakah kau mendengarkan briefing kami?”

CONTOH KESADARAN UNIT:

ExvionE47 berpaling ke arah perintah yang berasal dari GungnirTII. Kelompok mereka berlokasi di tempat yang terlindung, sementara menunggu Shadx13 kembali. Cyborg ilmuwan itu menyahut,

“Ya, Pemimpin! Aku sedang mengupdate briefing kita…”

Namun Petarung Accretia itu tidak menanggapinya,”Sepertinya tidak! Apakah kau berada pada mode shutdown, Unit E47?”

Para Accretia membanggakan dirinya dalam penalaran dan logika yang superior. Sebenarnya, Exvion tidak perlu membuktikan dirinya sendiri; reputasinya lebih dari cukup. Namun sesuatu mengusik databasenya. Ilmuwan berzirah putih itu membalas,

“Opinimu salah, Pemimpin. Aku sudah katakan bahwa aku telah mendengar briefing kita. Selain itu, aku tidak berada dalam mode shutdown. Apakah penjelasanku sudah cukup?” Sang Destroyer hanya terdiam.

Lalu Exvion melanjutkan, “Bila Pemimpin tidak keberatan, Unit E47 minta izin untuk permisi,”

“Diberikan!” Begitu Exvion pergi, Invictus bertanya,

“Apa ada yang salah, Pemimpin?”

Gungnir menjawab, “Tidak, aku memperhatikan Unit E47 tidak sepeti unit-unit lainnya. Perilakunya sangat ganjil…dan tidak bisa diduga. Ia bertindak seperti…”

“Makhluk berdaging?” Cyborg itu terlihat risih atas ucapan yang diberikan anak buahnya. Tetapi tidak ada penjelasan yang lebih logis daripada itu.

Ia berpaling pada InvictusR46, “Informasi apa yang kau dapat mengenai Unit E47?”

Sang Gladius menjawab, “Ada link yang tak terverifikasi mengenai E47…link itu mengatakan bahwa Unit E43-E46 dinyatakan sebagai produksi yang gagal di Albarium. Tetapi aparat Kekaisaran bungkam tentang sisanya. Sejak itu tidak ada info lain mengenai E47 hingga reputasinya yang melejit di Board Ilmiah Kekaisaran. Pencapaiannya sangat menakjubkan…”

Gungnir mengawasi Exvion dari jauh, sementara bergumam,

“Ada yang tidak beres tentang hal ini?”

————###———-

Di atas atmosfer Novus,

Kapal angkasa Bellato ‘Freedom’ melayang di atas planet; mereka terbang begitu dekat dengan stratosfir untuk menghindari radar Accretia. Di dalamnya, MAU-MAU dari Divisi Baja ke-4 berada di dalam dok dan siap untuk diluncurkan. Di anjungan kapal, Zephyrus dan Novem mengawasi layar navigasi bersama kapten kapal dan jurumudi/navigator.

Jurumudi pesawat angkat suara, “Mayor! Kolonel! Kami mendeteksi jejak energy di planet…”

Sang Wizard bertanya, “Apakah itu berasal dari lokasi ledakan?”

“Tidak,” jawab yang ditanya, “Jejak itu berjarak 30 mil dari lokasi ledakan. Dari data yang terkumpul, kami memastikan bahwa itu mungkin adalah sisa sebuah kapal…”

Mental Smith wanita itu menyeletuk, “Kapal Maya…Komando Tertinggi menginformasikan bahwa mereka kehilangan kontak dengannya setelah ledakan,”

Ia berpaling pada rekannya,

“Apakah kita harus…”

Zephyr mengangkat tangannya, “Kita harus berhati-hati…bisa saja ini perangkap. Mungkin saja bangsa lain sudah tiba di sana. Aku takkan menempatkan anak buahmu ke dalam resiko besar untuk misi berbahaya ini.” Perkataan itu terdengar dingin, tetapi Novem mengenalnya lebih baik dari siapapun juga.

Lalu ia berkata, “Kau benar, Zephyrs! Maka itu aku dan beberapa anak buahku akan terjun ke planet. Kami mungkin dapat memberikan serangan kejutan bagi siapapun yang menanti kita…”

Sang penyihir hanya mengangguk, “Lakukanlah!”

————###———-

Beberapa menit kemudian,

Alarm meraung keras dan mengirim para serdadu serta teknisi ke dok. Novem melangkahkan kakinya dengan pasti, sementara Vernitz dan Brood menemani dari belakang. Para teknisi Bellato bekerja cepat untuk mempersiapkan MAU-MAU tersebut. Mental Smith wanita itu memasuki kokpit MAU Goliath emas, sementara sang letnan masuk ke dalam MAU Catapult Merah dan Hidden Soldier ke MAU hitam.

————###———-

Sementara itu,

Setelah satu setengah hari berjalan, Ranskye, Clytemnestra dan Zero menemukan sesuatu pada perjalanan mereka.

Sang Ranger berujar, “Oh…tidak!”

Sang Spiritualist menimpali, “Demi DECEM!” Zero hanya diam membisu ketika mereka melihat…bangkai kapal komando Bellato. Kapal tersebut terbelah menjadi dua; tak ada tanda-tanda kehidupan di sekitarnya. Ran teringat akan Maya.

Merasa hal itu, Spiritualist Cora berkata, “Bila kamu ingin pergi ke sana, kusarankan untuk lihat dengan teliti…” Mereka melihat makhluk-makhluk mekanis seperti Wing, Lava dan Ghost berkerumun di sekitar lokasi tersebut. Sangatlah mustahil untuk pergi ke sana tanpa memicu respons permusuhan.

Gadis Cora itu melanjutkan, “Kukira tidak ada seorangpun yang selamat. Pergi ke sana artinya sama saja dengan bunuh diri…”

“Sejak kapan kamu perhatian dengan musuhmu?” sindir pemuda Bellato itu.

Cly menggremetakkan giginya, “Dengar, ini bukan urusanku sebenarnya! Tetapi membuang nyawa tanpa perhitungan…bukanlah kehendak DECEM dan aku tidak tahan melihat orang-orang membuang nyawa mereka,”

Ran menyeletuk, “Aku ingin menyelamatkan wanita yang kutaksir, pantaskah itu?”

“Tidak, bila itu adalah bunuh diri!”

Selagi mereka bertengkar, Zero memanggil,

CONTOH KESADARAN UNIT:

Menganalisa situasi…

SASARAN: Bangkai kapal Bellato

Jumlah Musuh: 38

Pengidentifikasian…

KLASIFIKASI: Mekanikal

Wing…Heavy Wing…Lava…Ops Lava…

Ghost…Armored Ghost…

Kesempatan untuk lewat: 23%

Opsi:

Zero memanggil, “Unit 0x punya usul…” Ranskye dan Clytemnestra berpaling padanya.

Ranger itu bertanya, “Apa usulmu, Zero?”

Cyborg itu mulai menjelaskan, “Makhluk-makhluk tersebut pernah diciptakan oleh Kekaisaran. Walaupun lepas control, mereka mungkin masih memiliki sistim pengenalan. Ada kemungkinan mereka tidak akan menyerang sebuah unit Accretia, kecuali diprovokasi. Aku dapat pergi ke sana untuk memeriksa bila ada yang selamat…”

Ranger muda itu menolak, “Terlalu berbahaya, Zero! Mereka banyak sekali dan tidak mungkin diatasi hanya dengan pisau lempar saja…”

Accretia itu melanjutkan, “Tidak bila aku mempunyai senjata primer dan sekunder yang aktif. Kemungkinan berhasil adalah…”

“SAMA SEKALI TIDAK!” teriak Clytemnestra, “Itu memang rencanamu’kan? Dengan senjata yang aktif, kamu jauh lebih berbahaya dari pada semua makhluk-makhluk itu! Tidak, aku tidak setuju!”

Zero menjelaskan, “Tetapi keselamatan mereka yang selamat sangat penting! Apalagi bila salah seorang dari mereka penting bagi Ranskye! Ini pantas dicoba…” Keduanya menatap pada pemuda Bellato yang nampak bimbang. Ia menatap balik mereka berdua. Mengaktifkan seluruh persenjataan Zero sangat beresiko, walaupun ia sudah deprogram kembali. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi bila cyborg itu mengamuk. Ran berpaling ke arah reruntuhan dan berpikir bila Maya masih hidup. Seperti yang Zero katakan, ini pantas dicoba! Akhirnya ia berkata,

“Sebenarnya aku bimbang apa yang harus kulakukan…tapi aku akan menyalahkan diriku sendiri bila Maya tiada…Zero, bersiaplah! Aku akan mengaktifkan kembali seluruh persenjataanmu,”

Gadis Cora itu terkejut mendengarnya, “Apakah kau sudah gila? Kamu akan mencelakakan kita dengan membiarkan monster ini bersenjata kembali!”

Ranger itu membalasnya dengan teriakan, “Aku tidak dapat membiarkan Maya meninggal! Aku akan mengambil resiko ini! Ini pantas untuk dicoba!” Gagal untuk meyakinkannya, Spiritualist muda itu membuang wajahnya, seraya mengomel,

“Terserah kamu saja! Aku takkan berada disini bilamana ‘peliharaanmu’ menunjukkan rasa terima kasihnya dengan mencincangmu!”

Ran membalas, “Bagus, mungkin kau perlu pergi lebih jauh dari kami!” Cly segera meninggalkan mereka berdua. Tak berapa lama kemudian, Ran berbalik kepada Accretia itu dan berkata,

“Zero, aku berkata bahwa aku akan mengaktifkan seluruh persenjataanmu kembali tetapi aku akan memasukkan beberapa instruksi baru ke dalam databasemu. Apakah ini jelas?”

Cyborg tersebut mengangguk, “Jelas…”

————###———-

Sementara itu,

Dari anjungan kapal angkasa, jurumudi memperhatikan seluruh persiapan dan bersiap untuk penerjunan. Ia berpaling pada perwira taktis di sampingnya,

“Cek koordinat dan dataran sekitarnya untuk memastikan!” perintahnya.

Perwira itu menjawab, “Koordinat dan dataran sekitarnya sudah dicek berulang kali. Pak, tidak ditemukan adanya anomaly. Tidak ada tanda-tanda para Accretia atau Cora di daerah penerjunan!”

“Bagus,” ujar jurumudi, “Kau dengar itu, Squad Leader?” Novem muncul di layar monitor dan menununjukkan jempolnya.

Lalu sang jurumudi memerintahkan, “Semua orang di dok peluncuran, tinggalkan tempat itu secepatnya!” Para teknisi mulai meninggalkan tempat itu. Saat yang sama muncullah asap dari bawah MAU.

Jurumudi kapal berseru, “Prosedur penerjunan dimulai! Mulai hitungan mundur! 10…9…8…7”

Di dalam MAU emas, Novem mengusap peluhnya,

“…6…5…4…”

Brood hanya bersiul-siul, sementara Vernitz membaca novel favoritnya di dalam MAU miliknya,

“…3…2…1…0! Luncurkan sekarang!”

————###———-

Dua jam kemudian,

Merasa ingin tahu, Spiritualist Cora itu memutuskan untuk kembali dan melihat…Ranskye masih hidup. Tetapi tidak ada tanda-tanda Zero. Wajah Ranger itu berlumuran minyak. Ia sedang berjongkok dekat batu karang itu. Lalu ia menepuknya,

“Hei…” Pemuda Bellato itu hampir saja meloncat, walaupun ia tenang kembali setelah melihatnya,

“Waduh, hampir saja kau membuatku terkena serangan jantung! Aku kira kamu meninggalkan kita…” Namun gadis itu malah bertanya,

“Kenapa kamu masih hidup?”

Ran menjawab dengan sarkastis, “Senang sekali melihat perhatianmu padaku…”

“Tutup mulutmu!” bentak Cly, “Dimana makhluk besi itu?” Pemuda Bellato itu mengangguk kea rah lain dan mereka melihat…Zero berjalan dengan perlahan tanpa senjata apapun. Makhluk-makhluk itu mengawasi Accretia itu dengan waspada, tetapi tidak menyerangnya,

“Mengapa ia tidak mengeluarkan senjatanya?” tanya gadis Cora itu,

“Aku memerintahkan Zero untuk mengeluarkan senjatanya bila terpaksa…aku berharap makhluk-makhluk mekanis itu tidak menyerang. Sesudah ia menemukan korban yang selamat, aku akan mendukungnya…” jawab Ran.

Cly hanya termenung, “Menarik…”

————###———-

Kembali ke luar angkasa,

Di luar angkasa, pintu dok membuka dan meluncurkan isinya ke arah Novus! Pertama-tama, para MAU terlihat mengambang di udara hingga gaya tarik Novus mulai menarik mereka ke bawah. Para MAU mulai terjun dengan kecepatan tinggi. Novem, Brood dan Vernitz memegang kemudi MAU mereka dengan erat, ketika mereka merasakan gaya tarik tersebut pada tubuh mereka.

Di dalam kapal angkasa, para perwira melaporkan,

“Dalam 6 jam mereka akan memasuki atmosfir! Untuk menghindari gesekan, ballute harus diaktifkan dalam 30 detik. Apakah itu diterima, Squad Leader?”

—————–#————–

Dalam kokpit MAU, Novem membalas,

“Diterima! Sangat jelas!” Selagi mereka berbicara, para MAU mulai memasuki atmosfir Novus. Indikator suhu mulai menanjak. Mental Smith wanita itu berbicara pada anak buahnya,

“Dengarkan! Kita akan memasuki Novus dalam 45 menit! Bersiap untuk mengaktifkan ballute pada MAU kalian! Apakah kalian dengar?”

Vernitz membalas, “Diterima, Squad Leader!”

Brood menambahkan, “Sangat jelas, Squad Leader!”

“Bagus, mulai hitungan mundur! 30…20…10…9…8…7…6…5…4…3…2…1…Zero! Aktifkan ballute!” Para Bellato menekan tombol biru pada kemudi mereka serentak. Mendadak, sebuah benda mirip parasut membungkus MAU mereka dan membuat jatuh mereka pelan. Mereka terlihat seperti jamur yang mengambang di udara. Bagi Novem, rasanya seperti keabadian ketika menunggu untuk mendarat. Setelah 10,000 mil di atas dataran kemudian, mereka melepaskan ballute dan mulai mendarat di atas permukaan tanah. Begitu mendarat, Mental Smith segera member perintah,

“Vernitz! Brood! Amankan perimeter! Aku tidak mau ada musuh di daerah penerjunan!”

“Roger, Squad Leader!”

—————–#————–

Sementara itu,

Gladius Accretia melangkah ke arah reruntuhan pesawat dengan diawasi mata Ghost, Lava dan Wing. Seperti yang sudah diduga, makhluk-makhluk ini termasuk generasi pertama. Maka mereka tidak menyerang Accretia. Meskipun demikian, Zero harus menjalankan tujuannya: menolong para korban yang selamat untuk memperoleh kepercayaan musuh. Pada saat yang tak terduga, ia akan membereskan mereka semuanya.

Mata optik Zero mengawasi tiap makhluk untuk mendeteksi tanda-tanda permusuhan. Sejauh ini tidak ada masalah. Accretia tersebut mengganti pandangan matanya dengan pandangan infra merah. Ia langsung bisa melihat bagian dalam reruntuhan…dan mendeteksi adanya jejak panas di dalam. Lalu sesuatu bergerak dari dalam. Zero terdiam…dan melihat sebuah Great Lava. Makhluk itu tengah membawa…seorang gadis Bellato yang terluka pada capitnya.

Merasa sesuatu menghalanginya, Great Lava mengarahkan sensornya kepada cyborg tersebut dan mengidentifikasinya sebagai…musuh. Dalam sekejap, seluruh gerombolan berpaling kepada sebuah sasaran tunggal.

CONTOH KESADARAN UNIT:

Analisa situasi…

PERINGATAN!

TARGET: Great Lava

Tanggapan permusuhan dipastikan

Musuh: 38

Kesempatan lewat: 10%

Tindakan: AKTIFKAN PROSEDUR TEMPUR

Konfigurasi tempur diunduh

Senjata Primer: Beam Saber…AKTIF

Senjata Sekunder: Shadow Protector…AKTIF

Senjata Cadangan: 1 set pisau lempar 14 inci

Langsung saja, Beam Saber dan Shadow Protector muncul. Cyborg itu menggenggam keduanya dan melakukan Death Slice (Tebasan Maut) secara melingkar. Serangan tersebut memotong Wing dan Ghost yang tidak siap menjadi berkeping-keping. Yang lain menyerang, Zero menghentakkan tenaganya ke tanah sehingga muncullah Death Blow (Hantaman Kematian) yang mengakibatkan bongkahan-bongkahan tanah yang tajam menusuk lawan-lawannya. Kemudian Accretia itu melihat Heavy Wing yang mengamuk, dan segera melemparkan pisau-pisau lempar kearah makhluk tersebut.

CONTOH KESADARAN UNIT

Situasi tempur…

Accuracy buff…AKTIFKAN

Wild Rage…AKTIFKAN

Extending…AKTIFKAN

Aid Stretching…AKTIFKAN

Rapid Logic…AKTIFKAN

Bagaikan banteng marah, Zero mengamuk tak terhentikan sementara memotong makhluk-makhluk tersebut dalam ayunan ganas dari Beam Saber-nya. Great Lava menjatuhkan korbannya, seraya bergabung …

————###———-

Di tempat persembunyian,

“Sialan!” ujar Clytemnestra marah, “Kenapa ia menyerang mereka?”

Ranskye menjawab, “Mungkin, Great Lava berasal dari evolusi berikutnya…sehingga ia tidak mengenalnya. Untuk kasus ini…” ia mengambil busurnya, “…sudah waktunya kita mendukungnya!”

“Kita? Jangan salah…kenapa aku harus membantu makhluk itu? Aku lebih senang melihat ‘kerabat-kerabat’nya mencincangnya hingga menjadi rongsokan…” Ranger itu mengacuhkannya, dan langsung berlari ke arah reruntuhan itu.

“Mengapa aku ikut terlibat masalah ini?” omel gadis Cora itu, namun ia meloncat dan mengikuti Bellato tersebut.

————###———-

Kembali ke daerah penerjunan Bellato,

Novem, Brood dan Vernitz telah mengamankan tempat tersebut; mereka memosisikan MAU mereka dalam formasi segi tiga.

Beberapa saat kemudian, sebuah portal terbentuk di antara mereka. Zephyrus memimpin di depan, diikuti oleh anggota Divisi Baja ke-4 yang lainnya. MAU biru dan hijau bergabung dengan mereka.

Vernitz menggerutu, “Mengapa kita harus terjun dari kapal, jika kita punya portal?”

Novem langsung menegur, “Prajurit, kau lupa prosedur. Jika sebuah kelompok memiliki pengguna Force, unit perintis harus dikirim langsung untuk mengamankan. Dengan melakukan hal ini, kia dapat mengejutkan musuh yang mengira tidak ada yang mengikuti…” Armor Driver wanita itu hanya tersipu malu. Kemudian sang Wizard menuju kepada Mental Smith tersebut dan bertanya,

“Novem, lapor!” Wanita berambut merah muda itu membalas,

“Daerah di sekitar ini aman, Mayor! Aku telah mengkalkulasi jarak kita dari reruntuhan itu. Hanya beberapa mil. Kita dapat mencapainya dengan MAU dalam 4 jam. Bagaimana menurutmu?” Zephyrus berpikir sejenak, hingga ia berkata,

“Aku setuju! Tinggalkan beberapa dari pasukan kita untuk menyiapkan sebuah base, sementara kau dan aku pergi ke reruntuhan tersebut!”

Novem menjawab, “Setuju! Ayo kita pergi!” Spiritualist pria itu melompat dan mendarat di bahu kanan MAU Goliath emas. Lalu Novem berpaling pada divisinya,

“Arnel, kamu akan mengawasi persiapan base di sisi! Brood! Vernitz! Armbold! Nelysa! Kalian semua ikut aku dan Mayor!”

“Ya, bu!” Dengan derung mesin, MAU-MAU tersebut pergi menuju timur.

————###———-

Di tempat lain,

Zero terus membelah dan memotong di antara gerombolan itu, tetapi sangat sulit untuk mendekati Great Lava itu. Sementara itu HP/MP turun drastic. Untuk menjaga hal itu tidak terjadi, cyborg itu memerlukan bala bantuan.

Tiba-tiba seseorang berseru,

“DOUBLE SHOT!” Ghost terdekat meledak dengan dua panah menancap pada badannya. Tak lama kemudian, kabut tipis menyelimuti area tersebut dan suara wanita terdengar,

“SPOUT MIST!” Embun es tipis seketika itu membuat seluruh makhluk mekanis menjadi tidak berfungsi, diikuti dengan sebuat ledakan listrik yang memukul semua kecuali Zero.

CONTOH KESADARAN UNIT:

Analisa situasi…

Bantuan datang…

Subjek Primer: Ranskye dari Bellato; Ranger

Subjek Sekunder: Clytemnestra dari Cora; Spiritualist

Merasakan jejak Force…Analisa tipe

Jenis Force: Udara dan Air

TINDAKAN: GUNAKAN UNTUK KEUNTUNGAN TAKTIS

Selagi menebaskan Beam Saber-nya secara melingkar, Accretia itu berhasil menghancurkan makhluk-makhluk yang tersisa, dan membuka jalan kepada Great Lava. Makhluk raksasa itu menembakkan sinar laser kepadanya. Namun, Zero berhasil memblok serangan itu dengan Shadow Protector dan menggunakan Death Blow kembali. Serangan itu tidak menimbulkan apa-apa terhadap makhluk mekanik tersebut yang terus menembakkan lasernya pada Zero. Cyborg tersebut tetap gigih menebas makhluk tersebut dengan Slicing Slash dan Strong Blow.

Menyadari hal tersebut, Ran memanggil gadis Spiritual itu,

“Cly, arahkan spell berbasis Angin dan Air kepada Great Lava! Mungkin itu akan menolong Zero sedikit!”

Cora itu membalas, “Tutup mulut! Itu yang sedang kulakukan sekarang!” Sekali lagi, ia memohon kepada DECEM untuk member kekuatan pada spellnya, seraya merutuk,

Mengapa aku melakukan ini? Membantu Accretia itu ? Mendengarkan seorang Bellato? Ia menuangkan seluruh rasa frustrasinya ke dalam serangannya. Ranskye juga menembakkan panahnya dengan sengit, tanpa menyadari amunisinya hampir habis.

————###———-

Tidak mampu menahan kerusakan dari serangan sihir, Great Lava mulai limbung. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mereka.

CONTOH KESADARAN UNIT:

Death Hack…DILEPASKAN

Zero mengayunkan Beam Saber-nya sekuat tenaganya,

Ranskye berteriak, “DOUBLE SHOT!” Ia melepaskan 2 anak panah ke arah makhluk itu,

Clytemnestra memutar tongkatnya dan berteriak kencang, “ELECTRIC BOLT! FLAME ARROW!” Sebuah gulungan halilintar dan panah api menghantam sasarannya bersamaan dengan serangan lain. Lava tersebut akhirnya meledak dalam sebuah bola api dan jatuh ke tanah. Merasa aman, pemuda Bellato dan gadis Cora itu mendekati cyborg tersebut. Ran bertanya,

“Jadi sudah selesai?”

Zero menjawab, “Dipastikan, sensorku tidak mendeteksi makhluk lainnya…Great Lava tadi adalah yang tersisa!”

Namun gadis Cora itu hanya menggerutu, “Ini terakhir kalinya aku menolongmu, makhluk! Kali lain, lakukan sendiri…mengerti?”

Cyborg itu merespon, “Dimengerti! Terima kasih…untuk…bantuan…Anda…” Kata-kata itu membuat mereka semua terpana hingga Zero bertanya,

“Apakah Unit 0x mengatakan sesuatu yang salah? ‘Terima kasih’ adalah salam untuk penghargan…”

Ranskye memotong, “Ya, tetapi aku tidak mengira kamu dapat belajar dengan cepat…”

“Omong kosong,” ejek Clytemnestra, “Kaleng ini hanya mengulangi apa yang kita katakan kemarin…”

“Walau begitu, Unit 0x dapat mengerti pembicaraan kita…ini bagus!” Selagi mereka berbincang, Ops Lava yang belum rusak bangkit dan mengincar mereka…mendadak, ledakan keras terdengar. Ran, Cly dan Zero berpaling,

“Apa itu?” Ops Lava runtuh dengan badan rusak berat, sementara sosok kecil bangkit. Ia adalah wanita terluka yang dibawa Great Lava beberapa saat yag lalu. Seorang gadis berambut hitam dengan wajah pucat dan kurang sehat memegang tongkat dan menegur,

“Dapatkah kau selesaikan pekerjaanmu dulu sebelum mengobrol? Apakah ini yang kami ajarkan padamu, Prajurit?” Ranger Bellato itu berdiri mematung ketika melihat perwiranya berdiri di depannya. Ia langsung menghormat,

“Ma’af, Bu! Saya tidak bermaksud…”

Maya menghentikannya, “Simpan itu nanti di HQ! Aku ingin tahu mengapa kamu datang dengan seorang Accretia dan seorang Cora! Aku harap kamu dapat menjelaskan itu dengan baik, Prajurit…”

Melihat hal itu, Clytemnestra kembali merutuk,

“Sepertinya masalah…aku berharap aku tidak menolongnya tadi,” Zero diam membisu.


CHAPTER 5 END.

Next Chapter > Read Chapter 6:
https://www.pejuangnovus.com/scions-chapter-6/

Previous Chapter > Read Chapter 4:
https://www.pejuangnovus.com/scions-chapter-4/

List of Scions of Novus Chapter:
https://www.pejuangnovus.com/scions-chapter-list