SCIONS OF NOVUS CHAPTER 16 – EPILOGUE: KIZUNA

Scions of Novus
Penulis: Randh13th
Di atas atmosfir Novus,
Kapal angkasa Accretia mengorbit dengan perlahan di atas planet. Di dalam, wakil Brutez, GrudgeDx sedang mengamati planet di hadapannya. Kemudian computer kapal mengumumkan,
“Komandan Grudge, ada transmisi datang. Transmisi itu mengatakan bahwa kita harus mundur pada koordinat yang telah ditentukan!”
“Mundur?” Grudge bertanya, “Dari mana perintah tersebut datang?”
Komputer kapal menjawab dengan nada monoton, “Transmisi itu datang dari Archon sendiri. Itu juga memberitahukan bahwa akan ada pasukan besar Kekaisaran yang diteleport ke sini. Apa perintah Anda, Komandan?” Grudge hanya terdiam, dan kemudian berkata,
“Bawa kapal ini ke koordinat yang telah ditentukan.”
-###-
Saat yang sama,
Para awak ‘Freedom’ memperhatikan kapal angkasa itu meninggalkan posisinya dan meluncur ke angkasa yang gelap. Salah seorang teknisi melapor,
“Kapten, kapal angkasa Accretia telah mundur…”
Sang Kapten hanya mengangguk, “Ya, aku lihat itu! Tapi mengapa?” Tiba-tiba teknisi lain melapor,
“Kapten, sensor kami menangkap jejas energy yang banyak pada perkemahan para Accretia. Aku lihat satu…tidak…tiga…lima…sepuluh…duapuluh…mereka terlalu banyak!”
Kapten Bellato bertanya, “Apa hasil analisa computer?”
“Komputer mengidentifikasi sinyal tersebut sebagai portal-portal…”
“Portal…tapi dari bangsa mana?” gumam Kapten itu. Dahinya berkerut, ketika ia menyadari sesuatu,
“Hanya ada satu penjelasan…Rusuh! Kita harus melaporkan hal ini pada tim di daratan!”
“Roger, Kapten!”
-###-
Di lain tempat,
Pertarungan lain berlangsung sengit. Gruudx76 dan Armbold tengah terkunci dalam pertarungan hidup dan mati. Petarung-Gunner mengayunkan kapak perangnya dengan ganas.
WHIZZ! BRENG!
Namun sang lawan hanya bersembunyi di balik perisainya dan membalas dengan gadanya.
CONTOH KESADARAN UNIT:
Situasi tempur…
Accuracy…AKTIFKAN
Wild Rage…AKTIFKAN
Extending…AKTIFKAN
“Hantam!” Ketika Accretia itu mengayunkan kapaknya dengan kekuatan luar biasa kepadanya, Shield Miller itu merasa seluruh badannya tergoncang hingga ke tulang-tulangnya. Ia mengremetakkan giginya. Kaleng rongsokan ini hebat, tetapi ia tidak lemah. Ia berteriak,
“Raung!” Orang cebol itu langsung mengeluarkan raungan keras bagaikan binatang. Tindakan ini membuat sensor pendengaran Accretia itu kewalahan, dan memaksa cyborg tersebut menghentikan serangannya.
Armbold menantang, “Ayolah, Accretia! Apakah kau takut dengan teriakan perangku?”
Seraya memulihkan diri, Dementor itu membalas, “Accretia tidak kenal rasa takut! Perbuatan nekadmu tidak akan membawa kemenangan!”
“Mungkin!” ujar Shield Miller itu menyeringai, “Setidaknya, aku akan menanamkan rasa takut di dalam otak organikmu dan databasemu!” Setelah itu, Bellato tersebut menerjang lawannya. Ia mengayunkan gadanya seperti orang gila. Namun Gruud tidak mau kalah. Ia langsung memaksimalkan kekuatannya untuk menandingi Bellato tersebut. Mereka saling memukuli! Kemudian…
“Hantam!” Kapak tersebut mulai aus, tetapi masih bertahan. Gruud terbiasa ganas di medan perang, namun baru kali ini ia menemui tandingannya.
Bellato ini…sengaja…menghilangkan…akal sehatnya…dia bertarung…seperti…binatang…buas! Ia …mungkin menarik!
PRAAAK! Beam Axe milik Gruud retak dan aus…cyborg itu segera menggunakan Two-handed Beam Axe sebagai gantinya. Ia melihat orang Bellato itu melambung ke udara dengan teriakan perangnya,
“Kiaaah! Modar kau, kaleng besi!” Gruud bersiap untuk menghadapi serangan tersebut, tiba-tiba…sebuah jala magnetik muncul dan menjerat Shield Miller yang hanya bisa berteriak,
“Apa?” Armbold langsung jatuh tak berdaya di tanah. Dementor Accretia itu berpaling dan melihat InvictusR46
“Triarii!” panggilnya, “Kau telah kembali…”
Punisher itu menjawab dengan nada dalam, “Ada perubahan rencana! Kita telah diperintahkan untuk kembali ke perkemahan!”
“Dari siapa?” tanya Gruud.
Invictus menjelaskan, “Perintah tersebut datang dari Archon Totenkopf sendiri! Ayo kita pergi, Unit x76!” Gruud berpaling pada Bellato yang masih terjerat oleh jaring. Ia menunjuknya,
“Bagaimana dengan dia?”
Invictus membalas, “Lupakan saja! Perintah Archon lebih penting! Kita harus kembali ke perkemahan sesegra mungkin!”
“Tapi…”
“Tidak ada tapi, Unit x76!” tegur Invictus. Dengan enggan, Ranger Kelas Silang itu mengikuti atasannya. Sebelum mereka pergi, Armbold berteriak marah,
“Lepaskan aku pengecut! Kutantang kau untuk membuka jala ini dan akan kubunuh kau! LEPASKAN AKU!”
Gruud berkata, “Kau harus menganggap dirimu beruntung, Bellato…pertarungan kita harus menunggu untuk sementara. Kali lain, tidak ada hal seperti keberuntungan…” Lalu para cyborg tersebut menyalakan booster mereka dan terbang menuju tujuan.
-###-
Sementara itu di sisi lain perkemahan,
Ranskye dan Clytemnestra memperhatikan para Cora dan Bellato yang siap tempur keluar dari portal. Untuk sesaat, Zero terlupakan…inaktif. Tanpa sadar, ranger muda dan spiritualist itu saling menjauhkan diri. Tak lama kemudian, seorang wanita Cora bertubuh semampai dengan pandangan tajam menuju mereka dan langsung menunjuk Cly,
“Kau!” tanyanya, “Apa yang kau lakukan? Siapa namamu?” Dengan perlahan tapi pasti, Putri Ladenus itu bangkit dan menjawab,
“Namaku Clytemnestra Ladenus, putri Tetua Ladenus!” Ranskye hanya melongo setelah mendengar hal itu dari mulut Cly. Di lain pihak, wanita Cora yang bertanya tadi, diam membisu dan kemudian ia membungkuk,
“Maafkan kelancangan saya, Tuan Putri! Saya Syrissa dan seorang Warlock. Saya juga warchon dari Astra. Kita telah diperintahkan oleh Archon untuk menghadapi para Accretia di wilayah ini dan mengevakuasi Anda pada saat yang sama. Pendeta Teiresias telah menghubungi kami. Sepertinya kita tidak sendirian di sini…” Ia berpaling pada para Bellato di sebelahnya, dan pasukannya kelihatan gelisah.
Ia menawarkan, “Jika Tuan Putri memberi perintah, izinkan kami menumpas orang-orang kafir itu…”
“Tidak, aku minta…” Cly berhenti sesaat, sebelum melanjutkan, “Aku perintahkan kau untuk tetap di sini…para Bellato itu bukanlah ancaman bagi kita!”
Walau kurang senang, Syrissa mematuhi perintah, “Seperti yang Tuan Putri perintahkan. Kami hanya menyerang, jika diserang.” Warlock wanita itu berpaling pada pasukannya,
“Prajurit, berbaris dan bentuk formasi pertahanan untuk melindungi Tuan Putri!” Dalam sekejap, para Petarung, Ksatria dan Champion membentuk barisan pertahanan di depan mereka dengan senjata terarah pada para Bellato. Cly memalingkan pandangannya pada Ran, yang dikerumuni oleh orang sebangsanya.
Revin SilentHat bertanya, “Syrissa, mengapa kita tidak habisi para Bellato itu?” Namun tatapan tajam Warlock itu menghentikannya,
“Jangan pernah mempertanyakan keputusan sang Putri! Mempertanyakannya berarti mempertanyakan Tetua! Ingat itu!” ujar Syrissa tegas.
-###-
Ranskye masih terpana setelah mengetahui identitas asli Cly hingga seseorang membentaknya,
“Prajurit! Mengapa kau menatap musuh seperti orang tolol?” Ranger itu berpaling dan melihat seorang Berserker dengan luka perang di belakangnya. Petarung itu berteriak lagi,
“Prajurit! Perkenalkan nama dan pangkatmu!”
Ran langsung berdiri dan memberi hormat, “Ya, Pak! Ensign Ranskye! Ranger!” Wajah Berserker itu menjadi tenang sekilas, ketika mendengar identitasnya,
“Ah, kau satu-satunya korban yang selamat! Aku Letnan Crescendo Silverlake dari Komando Federasi Bellato dan Berserker! Peletonku diutus untuk membantu Mayor Zephyr di sini dan membawa kalian pulang ke rumah dengan selamat!” Ia mendengus ke arah para Cora,
“Para telinga panjang itu sebaiknya tidak macam-macam dengan kita! Kopral Vernitz telah menginformasikan kami mengenai gencatan senjata diantara kami. Maka, kami akan menahan diri dari setiap tindakan yang memprovokasi…jika mereka macam-macam, mereka boleh mencoba!” Crescendo hanya mengusap kapak perangnya. Ranskye tidak tahu apa yang ia harus lakukan.
-###-
Armbold masih berjuang untuk keluar dari jala magnet, dan kemudian seseorang datang,
“Nah, bicara tentang seseorang…” komentarnya ketika ia melihat Brood.
Hidden Soldier itu bertanya, “Apa yang terjadi pada kamu, Bold?”
“Ceritanya panjang…tolong aku melepaskan jala ini! Para Accretia baru saja bilang bahwa bala bantuan mereka akan datang segera!” Tanpa membuang waktu,Brood segera menolong rekannya untuk keluar. Setelah selesai, mereka merasakan sesuatu yang salah…keadaannya sangat sunyi.
“Ada apa?” tanya Armbold. Hidden Soldier itu menyuruhnya untuk diam. Lalu sebuah suara dengungan tinggi memecahkan kesunyian itu, dan portal-portal muncul tak jauh dari mereka. Dari portal tersebut, para Accretia muncul. Brood merutuk,
“Mereka datang…para Accretia datang! Ini rusuh! Mari kita pergi untuk memberitahu Mayor!” Merekapun ambil langkah seribu…
-###-
Kembali pada Zephyr,
Zephyr mengayunkan tongkatnya yang berisi dengan segala kekuatannya kepada sang Mercenary. Namun cyborg berzirah merah itu memblok serangannya dengan hanya satu tangan saja. Meskipun sudah berpengalaman, tak urung Wizard itu tertegun melihat serangannya mentah di jalan.
Dengan tangan kanan untuk menahan tongkat Zephyr, Brutez mengalihkan gadanya ke tangan kiri. Ia mengangkat senjatanya dan siap untuk menghancurkan kepala Bellato tersebut. Ia berdengung,
“Matilah, Api Kebebasan!”. Mendadak, sebuah bayangan hitam menyelimuti keduanya dan sesosok tubuh berkelebat di udara. Dengan sigap, Warder Accretia itu mengalihkan serangannya kepada sang pendatang.
KLANG! Sang penyerang gelap menangkis serangannya dengan…Cleaver Sword. Kesempatan ini tidak disia-siakan Zephyr.
“Flash Beam (Kilatan Cahaya)!” Sebuah cahaya yang membutakan muncul diantara Wizard Bellato tersebut dan Accretia. Tak mampu melihat di antara cahaya dadakan tersebut, Brutez melepaskan tongkat yang dipegangnya. Wizard itu segera mundur. Dari sana, ia dapat melihat penolongnya dengan jelas; ia berteriak,
“Kamu!” Penolong misterius itu tak lain dan tak bukan adalah…Almasyr.
“Jangan senang dulu! Aku bukan menolongmu; aku hanya menolong Cly! Bila salah satu dari kalian tewas, kesempatannya untuk selamat berkurang!” ujar pemuda Cora itu.
“Terima kasih atas perhatianmu…aku temukan hal ini jarang diantara para Cora!” kata Zephyr tersenyum, “Tetapi akan kubiarkan itu untuk saat ini!” Petarung Cora itu hanya merengut. Mereka berpaling pada Mercenary yang sudah pulih. Cyborg itu berkata,
“Ini tidak akan mengubah apapun! Aku rasa jarang melihat seoang Cora bekerja sama dengan seorang Bellato…”
“Hentikan kata-kata sombongmu, monster! Aku yang akan menghabisi nyawamu!” seru Almasyr.
Sang Wizard membalas, “Tidak, aku yang akan melawannya!” Begitu Brutez menerjang, mereka berdua berbalik dan menyerang musuh dengan serentak…
-###-
Ketegangan diantara pasukan Syrissa dan Silverlake sangat jelas. Jika tidak karena keteguhan pemimpin mereka, mereka semua tentunya sudah saling bunuh dari tadi. Ranskye dan Clytemnestra diam dan menunggu dengan tegang. Zero yang rusak masih inaktif, tetapi Bellato muda itu tahu sebaliknya. Tak lama kemudian, Crescendo bertanya,
“Siapa rongsokan ini?” tunjuknya pada cyborg yang sudah rusak. “Sepertinya belum mati benar…mungkin aku saja yang menyelesaikannya…”
“Jangan…”teriak Ranskye, “Ini korban pertamaku…rongsokan ini sudah tidak aktif, Pak! Aku sudah menembaknya 2 kali!”
Crescendo hanya menyeringai, “Pekerjaan bagus, Prajurit!” Ketika veteran itu berpaling, ranger muda itu hanya menarik nafas lega. Mendadak, sebuah terang menyilaukan muncul diantara mereka. Syrissa langsung waspada ,sementara Crescendo mulai uring-uringan. Beberapa detik kemudian, beberapa sosok tubuh muncul dari terang tersebut,
Warlock wanita itu berseru, ” Pendeta Teiresias…”
Berserker Bellato mengenali salah satu sosok, “Mayor Zephyr!” Dark Priest dan Wizard itu segera menuju ke pihak masing-masing. Zephyr memberitahu,
“Letnan, kita harus pindah sekarang! Para Accretia telah menurunkan bala bantuan mereka!”
Crescendo menjawab, “Ya, Pak! Justru itulah mengapa kami di sini! Kami akan menjaga evakuasi kalian, sementara kami menghadapi mereka!” ia berpaling pada pasukannya, “Baik, anak-anak! Temui mereka di medan perang!” Peleton Crescendo berteriak keras dan menerjang masuk medan perang!” Crescendo memerintahkan para Astraler-nya untuk menjaga portal. Kemudian Zephyr berpaling pada Ranskye,
“Kau pasti Ensign Ranskye, yang kami cari-cari…”
Ranger itu memberi hormat, “Ya, Pak!” Wizard itu menepuk bahunya,
“Selamat datang kembali, Prajurit! Ikuti kami dan kau akan kembali ke rumah segera…” Ranskye ragu-ragu dan ia berpaling kepada para Cora. Ia tidak melihat Cly.
“Ayo pergi, Prajurit! Kita tidak punya waktu di sini! Tempat ini akan segera dipenuhi oleh para Accretia!”
-###-
Ketika para Accretia menyerang secara massal, sebuah cyborg berzirah hitam kelam berjalan ke depan, ia berpaling pada warchonnya,
“Raxion!” ujarnya “Jangan biarkan seorangpun bernafas!”
Cyborg berzirah merah darah itu membalas, “Ya, Archon Totenkopf! Namun kita belum menerima berita tentang Brutez66 dan GungnirTII…”
Totenkopf langsung memotong, “Untuk sementara, kita anggap mereka hilang! Fokus pada para kroco! Kekaisaran tidak boleh gagal!”
Raxion membungkuk, “Ya, Archon!” Setelah itu, cyborg tersebut memerintahkan seluruh pasukan untuk menyerang. Invictus dan Gruud memimpin di baris depan.
-###-
Portal masih tetap berdiri, dan sosok-sosok lain muncul. Clytemnestra langsung mengenali salah satu dari mereka dan memanggil,
“Almasyr!” Cora yang terluka itu berpaling kepadanya. Ia segera mendekati dan memeluknya. Di saat yang sama, Ranskye melihat mereka. Perasaan cemburu muncul di dalam hati Bellato muda itu. Maya juga melihat mereka.
Almasyr berkata, “Kukira aku takkan pernah melihatmu lagi, Cly…”
Gadis Cora itu menjawab, “DECEM sangat baik padaku…tetapi ceritanya panjang.” Tak lama kemudian, Syrissa mengingatkan,
“Maaf, kita harus pergi sekarang juga! Pasukanku akan berusaha menahan monster-monster itu selama mungkin. Untungnya kita tidak sendirian…” Almasyr mengangguk,
“Kami akan segera pergi…” Ia segera menarik gadis itu pergi. Cly mengikutinya dengan berat hati, sementara pandangannya terarah pada ranger Bellato itu. Di arah lain, Maya memanggil Ran,
Ran, ayo!” Dengan perasaan berat, pemuda itu mengikutinya. Lalu Almasyr menatap tajam pada wizard Bellato. Ia berkata,
“Gencatan senjata sudah berakhir! Namun kami akan membiarkan kalian. Pertemuan kita berikutnya adalah di Chip War!”
“Bagus, anak muda! Aku tunggu saat itu!” Dengan itu mereka berpisah.
-###-
Selagi para Bellato dan Cora meninggalkan tempat itu, Clytemnestra dan Ranskye tidak kuasa untuk melepaskan pandangan mereka dari satu sama lainnya. Ia ingin menggapainya, tetapi jarak mereka terlampau jauh. Volturi dan Elmyra memasuki portal duluan. Di pihak Bellato, MAU-MAU masuk lebih dahulu. Di saat yang sama, Penthesilea dan Atalanta merasakan kedatangan pihak Accretia,
“Sial! Kita harus membawa Putri sekarang, atau kita akan tertangkap oleh mereka…”
Pemanah Cora itu mengingatkan, “Kita butuh waktu…”
Penthesilea berkata, “Untuk kasus ini, akulah yang akan menghambat mereka, sementara kau kembali…” Namun Atalanta memotong,
“Tidak, kak! Ini tugasku, bukan tugasmu! Aku akan menahan mereka selama mungkin…jika perlu aku akan menggunakan Amy…”
“Ini namanya bunuh diri!” protes Penthesilea, “Bahkan dengan Amy, kau takkan sanggup menghadapi sepasukan Accretia!” Atalanta menjawab,
“Kak, ingatlah tugas kita! Adalah tugas kita untuk membawa putri Tetua dengan aman dan resiko apapun. Sejak keberangkatan kita, aku sudah siap untuk ini!” Dalam hatinya, Penthesilea tidak rela membiarkan Atalanta gugur. Tetapi tugas mereka sangat penting…mereka tidak boleh gagal! Pemburu Cora itu berujar dengan berat hati,
“Semoga DECEM bersamamu! Suatu saat nanti, dendammu akan dibalaskan, dik!”
Atalanta membalas, “Hidup DECEM, kak!” Maka merekapun berpisah. Saat itu, para Accretia mulai memenuhi seluruh tempat. Atalanta mulai menyenandungkan sebuah lagu. Lagu itu tidak dinyanyikan dengan bahasa Cora, tetapi bahasa yang lebih tua .
Inama nushif
Al asir hiy ayish
Lia-anni
Zaratha zarati
Ketika pasukan Syrissa dan Crescendo mulai terdesak, Atalanta maju ke depan. Ia bermeditasi guna memanggil Animusnya. Dengan sekejap, Amy ISIS muncul dan mulai merangsek barisan musuh. Sekilas seperti ISIS biasa, namun seluruh tubuhnya berwarna merah dan jauh lebih ganas daripada ISIS biasa.
Hatt al-hudad
Al-maahn al-baiid
Di lain pihak, ExvionE47 bangkit dari reruntuhan dan menyaksikan evakuasi. Cyborg itu melihat Novem, Maya dan Nelysa. Spesialis itu tak sudi membiarkan mereka; ia menarik Soul Returnee Crossbow dan membidik sasarannya.
Ay-yah idare
Adamm malum
Nelysa berlari kencang…
BHOOM! Ia merasa sesuatu meledak di dalam dadanya. Chandra itu terbatuk dan itu adalah darah. Ia memperhatikan dadanya berlubang akibat tembakan dari belakang. Ia melirik dan melihat sebuah cyborg berzirah putih memegang cross bow. Novem terkejut setengah mati melihatnya,
“NELYSA!” teriaknya histeris. Nelysa berpaling kepada komandannya, tetapi penglihatannya mulai kabur dan menjadi gelap. Mental Smith wanita tersebut berteriak-teriak dan ingin menolongnya, namun Maya dan Zephyr menahannya. Ran hanya memperhatikan dengan khawatir,
Hatt al-hudad
Al-maahn al-baiid
Ay-yah idare
Adamm malum
Melihat hal itu, Almasyr berteriak untuk memanggil pasukan yang lain mundur. Di saat seperti itu, gadis Cora itu sempat melihat Ranskye sekilas. Dengan wajah sedih, ia memasuki portal. Syrissa memerintahkan pasukannya untuk mundur, sementara Atalanta dan Amy ISIS-nya tetap bertahan.
Inama nishuf al a sadarr
Eann zaratha zarati
Kali bakka a tishuf ahatt
Al hudad alman dali
Ranskye juga melihat gadis itu, sebelum ia memasuki portal. Mendesah, ranger muda itu mengikuti rekan-rekanya ke dalam portal. Crescendo juga menarik pasukannya.
Inama nishuf al a sadarr
Eann zaratha zarati
Kali bakka a tishuf ahatt
Al hudad alman dali
Para Accretia merasa segan untuk merusuh pada Amy ISIS. Sebagai gantinya, mereka membombardir Animus itu dengan Launcher mereka.
“Mereka sendirian! Desak terus!” desak Totenkopf. Meskipun terdesak, Atalanta berusaha sebaik mungkin untuk menghambat mereka. Tiba-tiba sebuah bayangan besar menutupinya. Ia berpaling dan melihat Brutez yang cedera di belakangnya. Cyborg itu mengangkat gadanya. Menyadari nasibnya, Pemanah Cora itu menutup matanya dan membisikkan doa singkat bagi DECEM. Sebuah suara benda pecah terdengar…
Sementara itu, tubuh rusak Zero0x masih aktif:
CONTOH KESADARAN UNIT:
ERROR
ERROR
PERINGATAN!
DAMAGE: 102%
HP: 13%;FP: 13%;SP:105%
Armor Gauge: 98%
HP habis!
FP rendah!
Baterai turun!
Zero memalingkan mata tunggalnya yang rusak dan melihat portal. Ia mencoba untuk meraih temannya, tapi tidak berhasil. Ia berujar,
“Ran…Cly…”
Inama nushif
Al asir hiy ayish
Lia-anni
Zaratha zarati
Saat yang sama, portal-portal tersebut menghilang dalam sekejap mata. Brutez hanya memandang dengan bisu, sementara tubuh remuk Atalanta terbaring di hadapannya. Tanpa pemanggilnya, Amy ISIS akhirnya tumbang menghadapi serangan para Accretia. Untuk terakhir kalinya, Zero mencoba meraih temannya…
“Ran…Cly…”
CONTOH KESADARAN UNIT:
SEMUA SISTEM GAGAL…
SHUTDOWN DILAKSANAKAN…
DATABASE PRIMER INAKTIF…
DATABASE SEKUNDER INAKTIF…
Gambar terakhir yang terekam di dalam otak organiknya adalah gambar gadis Cora dan ranger Bellato. Kemudian itu menjadi statis dan akhirnya pudar
-###-
Dari kejauhan, tiga sosok tubuh mengawasi kepergian para Bellato dan Cora. Mereka adalah pembunuh-pembunuh yang paling dicari di seluruh Novus. Smiley berjongkok pada sebuah batu.
“Waah, sayang! Padahal Smiley ingin bermain dengan mereka…” celetuk cyborg berzirah biru-putih.
Seorang wanita Cora berambut putih berujar, “Aku melihat salah satu Chandra tewas…bagaimana menurutmu, Jack?”
Calico Jack membalas, “Ada banyak…tetapi itu bukan tugas kita sekarang. Sebaiknya kita laporkan kembali kepada pimpinan kita masing-masing, Erzebet!”
Erzebet membalas, “Ide bagus…” Untuk sesaat, mereka bertiga terdiam hingga Smiley bertanya,
“Bolehkah Smiley bermain denganmu, Erzebet?”
KLANG! Jawaban yang diterima pembunuh berantai Accretia itu adalah sebuah tendangan pada kepala logamnya.
“Kalau kamu, Jack?” tanya Accretia itu seraya mengelus kepala besinya,
Wanita Bellato itu menjawab ketus, “Tidak mau!” Setelah itu merekapun menghilang…
-###-
Beberapa jam kemudian,
Para Accretia telah memenuhi tempat tersebut, dan mengamankannya setelah rusuh berakhir. Archon TotenkopfV88 berdiri didampingi oleh warchonnya yang setia seperti Raxion, Satetsu dan Draxus. Di hadapan mereka, para Accretia yang selamat menghadap,
CONTOH KESADARAN UNIT:
“Lapor!” tanya sang Archon galak kepada mereka, “Siapa yang bertanggung jawab atas misi ini?”
Yang berpangkat tinggi, Brutez66 menjawab, “Centurion GungnirTII, Archon! Operasi ini untuk mengambil unit 0x yang selamat!”
Cyborg berzirah hitam itu memperhatikan sekitarnya, “Aku tidak melihat Unit TII, dimana dia?”
ExvionE47 menyahut, “Unit TII dan 0x rusak berat. Maka mereka tidak bisa ditanyai untuk sementara!” Beberapa robot membawa tubuh GungnirTII dan Zero0x, namun ada juga yang menyeret tubuh Nelysa dan Atalanta pergi. Totenkopf menatap tubuh-tubuh tersebut, dan kemudian berpaling pada Spesialis tersebut, bertanya,
“Dapatkah kau memperbaiki keduanya, Unit E47?”
Ilmuwan Accretia itu menjawab, “Aku dapat memperbaiki salah satu dari mereka saja, Archon. Selain itu, Kekaisaran menginginkan informasi di dalam Unit 0x. Unit mana yang Anda ingin aku perbaiki, Archon?”
Totenkopf berkata,”Yang penting: misi harus berjalan, meski dengan apapun yang terjadi!”
ExvionE47 berkata, “Jadilah begitu, Archon!”
-###-
Kembali ke Koloni Cora,
Situasi di dalam Koloni masih tetap sama, dengan satu pengecualian. Para Cora menyaksikan reuni antara ayah dan putrinya. Sekeluarnya dari portal, Clytemnestra tidak dapat menahan dirinya, ketika ia melihat ayahnya. Ia segera berlari ke arah orang tua itu dan memeluknya erat-erat. Tetua Ladenus melakukan hal yang sama pada putri kesayangannya.
Gadis itu menangis, “Ayah, kukira takkan pernah melihatmu lagi…”
Tetua itu menjawab, “Sama denganku, anakku. Puji DECEM! Kau harus berterima kasih. Jika bukan karena kegigihannya, kita berdua takkan bertemu seperti ini!” Menyaksikan itu, Alcyone meneteskan air matanya, sementara Syrissa memberikan sebuah sapu tangan untuknya. Penthesilea nampak lesu. Volturi hanya diam membisu. Kemudian ayah dan anak itu berpaling pada petarung muda itu,
“Aku berhutang padamu, Almasyr…aku berjanji pertunanganmu dengan Clytemnestra masih berlangsung. Kita akan berbicara mengenai pernikahan nanti…” kata Tetua Ladenus,
Almasyr berlutut seraya berkata, “Aku patuh pada perintah Tetua. Kulakukan ini semua untuk Cly…” Tak lama kemudian, Quiane Khan dan Archon Cora, Astra bergabung dengan mereka, Astra adalah wanita dengan rambut pirang dan zirah ringan berwarna merah. Ia berkata,
“Syukur kepada DECEM, Putri telah kembali! Kita harus merayakannya. Persekutuan Suci sangat berterima kasih atas bantuan kalian, Pendeta Teiresias, Volturi dan Penthesilea…” Lalu Pemimpin Bangsa bertanya,
“Aku tidak melihat Atalanta…dimana dia?” Pemburu wanita Cora menuduk dan menjelaskan,
“Dia takkan kembali…dia mengorbankan dirinya agar kita dapat kembali dengan selamat. Semuanya terdiam mengheningkan cipta untuk sesaat, sampai Quiane melanjutkan,
“Dia gugur sebagai seorang pahlawan dan DECEM akan menerimanya! Kita akan membalaskan kematiannya…sekarang mari kita rayakan kembalinya Putri Clytemnestra!” Dalam sekejap, suasananya berubah menjadi sukacita. Semua berteriak dan bersorak, memuji DECEM. Tetapi Penthesilea tidak merasa apapun; ia kehilangan seseorang di bawah pimpinannya. Almasyr merasa senang, tetapi ia sangat letih akibat pertempuran sebelumnya. Sebelum ia pergi, Cly memanggilnya,
“Almasyr, apakah kau tidak apa-apa?”
“Ya, aku hanya letih saja…” jawab Petarung muda itu, “…mungkin aku akan datang pada perjamuan nanti…” Ia mendekatinya dan mencium dahi gadis itu, seraya berbisik,
“Aku tunggu kau di sana…” Sepeninggalnya, Clytemnestra merenung dalam hati. Almasyr mencintainya, sehingga ia mempertaruhkan segalanya untuk membawanya kembali. Namun, ia telah memberikan hatinya pada seorang Ranger Bellato. Terpisahkan sekali lagi, Cly membayangkan, apakah ia harus melihatnya kembali sebagai seorang teman…atau lawan.
-###-
Di saat yang sama,
Teireisias mengundurkan diri ke sudut. Ia dapat merasakan emosi di sekitarnya, namun hanya satu yang menarik perhatiannya. Seorang wanita berambut putih perak mendekati Dark Priest wanita itu
“Boleh aku bergabung denganmu?” tanyanya.
“Bila Anda memaksa…tidak semua orang dapat bertemu dengan pahlawan legendaris seperti Anda,”
Giz Kadasha tersenyum, “Anda terlalu berbasa-basi, Teiresias. Jadi, beritahu aku tentang gadis itu…”
“Dia sepertinya…berubah,” ujar Dark Priest wanita itu, “Kurasakan Force-nya berubah,”
“Ya,” kata pahlawan wanita Cora itu mengiyakan, “Sepertinya dia telah mempelajari kedua Force…dia butuh bimbingan, atau para Black Knight akan mengincarnya,”
“Justru itu aku akan mengambilnya sebagai murid…dia akan menjadi masa depan kita! Tak seorangpun boleh melukainya!”
-###-
Sementara di tempat lain,
Ranskye merasa gelisah; ini pertama kalinya ia memakai seragam resmi. Ia harus memakainya, karena ia tengah menghadiri upacara penting. Di sebelahnya, Maya menyikutnya,
“Ran, jangan bergerak!” bisiknya. Ia juga mengenakan seragam resmi. Keduanya berdiri di tengah-tengah lapangan dimana seluruh Angkatan Bersenjata Federasi Bellato berkumpul. MAU-MAU berparade di depan mereka. Upacara tersebut dihadiri oleh orang-orang penting dari Komando Tertinggi Bellato. Bahkan Zephyr berdiri bersebelahan dengan Novem, Vernitz, Brood, Arnel dan Armbold. Di sisi sebelah kanan mereka, Crescendo dan Alto berdiri tegak bersama peleton mereka. Upacara itu dipimpin oleh Eli Dun Tanta dan seorang Bellato yang tidak dikenal. Ketika mereka menghadap ke arah Ran dan Maya, Pemimpin Bangsa Bellato mulai angkat suara,
“Salam, saudara-saudara sebangsaku!” ia melanjutkan, “Hari ini adalah hari besar kita! Kita menyambut kedatangan para pahlawan kita! Keduanya melambangkan kegigihan, swadaya dan keinginan untuk bertahan bangsa kita! Dengan nilai-nilai ini, kita takkan melupakan takdir kita!”
“Dia berbicara seperti politikus…pidato yang bagus,” celetuk Zephyr.
Novem berkomentar pedas, “Aku kira begitu! Jika tidak, Nelysa gugur sia-sia…” Tidak memperhatikan hal itu, Eli berkata,
“Biarlah para Cora dan Accretia mengenal kita! Biarkan mereka gemetar dihadapan kekuatan Federasi Bellato!” Sekejap, seluruh lapangan bergemuruh dengan tepukan tangan dari semua yang hadir. Lalu Pemimpin Bangsa mengangkat tangannya untuk mendiamkan suasana,
“Hari ini kita akan menunjukkan penghargaan kita kepada pahlawan kita! Kita akan memberikan penghargaan kehormatan sekaligus promosi! Untuk menganugerahkan kehormatan itu, saya mengundang tamu kita untuk memberikan mereka…izinkan saya memperkenalkan tamu kita, Sitz BeHammer!” Sekali lagi, tepuk tangan membahana. Seorang pemuda, hampir seumuran Ran sendiri mendekati Maya, seraya membawa medali. I
“Federasi Bellato merasa terhormat menerimamu, Perwira Maya! Maka saya menganugerahkan penghargaan ini padamu atas kuasa yang diberikan kepadaku oleh Federasi!” Maya mengangguk, selagi pahlawan Bellato itu menyematkan medali tersebut di dadanya. Setelah itu ia menyalami tangannya,
“Sekarang kau adalah Letnan Dua Maya!” Para hadirin bertepuk tangan meriah.
Maya langsung menghormat, “Terima kasih, Pak!” Kemudian Sitz bergerak menuju Ran dan mengambil waktu,
“Apakah kau baik-baik saja, saudaraku?” tanyanya.
Ran menjawab dengan gugup dan berkeringat, “Saya baik-baik saja…terima kasih atas perhatiannya, Pak!”
Sitz mengambil sebuah medali dan melakukan hal yang sama seperti pada Maya. Ia menepuk pundak ranger muda itu,
“Sekarang kau adalah Kopral Ranskye! Teruskan kerja yang baik!”
“Te…terima…kasih…Pak!” ujar pemuda Bellato itu tergagap-gagap. Iapun memberi hormat kepada Sitz, diikuti mereka yang hadir. Upacara itu berakhir setelah Eli Dun Tanta dan Sitz meninggalkan lapangan dan semuanya membubarkan diri.
-###-
Sore harinya di depan gerbang Koloni,
Ranskye duduk terdiam, kadang-kadang memperhatikan medali barunya. Ia memperhatikan para petualang yang lalu-lalang di depannya. Kemudian Maya memanggilnya,
“Hei, boleh aku bersamamu di sini?”
Pemuda itu menjawab, “Tentu saja!” Lalu Chandra wanita itu duduk di sebelahnya dan bertanya,
“Apakah kau memberi tahu para atasan bahwa kau telah meretas salah satu Accretia?”
Ranskye menggelengkan kepalanya, “Tidak…aku lebih baik tidak memberitahu mereka.”
Maya bertanya lagi, “Mengapa?”
Ranger itu berpaling kepadanya, “Itu adalah Accretia pertama dan terakhir yang pernah kuretas…dan itu adalah mantan temanku,”
Ingin mengalihkan subyek, Maya kembali bertanya,
“Apakah kau masih memikirkan dia?”
Ran menjawab, “Kukira begitu…dia sulit dilupakan, setelah apa yang kita alami bersama!” Dia tidak memperhatikan bahwa Maya melihatnya dengan perasaan terluka.
“Aku mengerti…” ujar Chandra itu . Namun, ia takkan meninggalkannya…
-###-
Beberapa minggu kemudian,
Sesosok tubuh besar berjalan sendirian di dalam koridor pada Koloni Accretia. Databasenya tengah mencari sesuatu,
CONTOH KESADARAN UNIT:
Ulangi rekaman…
Pemandangan Admin Unit 001B muncul dan robot itu berbicara,
“Misi sukses, meskipun dengan kerugian…Kekaisaran berhasil mendapatkan data tentang ledakan. Kita akan temukan penyebabnya…” Lalu pandangan beralih kepada tiga cyborg yang sedang berlutut,
“InvictusR46 dan Gruudx76, Kekaisaran memutuskan untuk mengakui keberanian dan kegigihan kalian. Kalian berdua dipromosikan. Untuk kompi ke-36, pimpinan akan diambil-alih oleh Brutez66 dan kompi akan melayani Archon Totenkopfv88…” Pandangan berpaling kepada cyborg berzirah hitam, sebelum berpindah ke arah lain,
“…Kekaisaran sangan berhutang padamu!” lanjut Admin Unit, “Board Kekaisaran memutuskan untuk mempromosikanmu sebagai Centurio dan meng-upgrade spesifikasimu…” Pandangan berubah statis dan berubah kepada kedua tangan yang besar…tangannya sendiri.
Mengapa? Apa yang terjadi? Seharusnya aku mati permanen…namun aku masih aktif…tidak ada tanda pembuatan ulang. Ini berarti…
Sesuatu memanggil, “Bagaimana rasanya ‘hidup’?” Cyborg berzirah putih berpaling ke belakang untuk melihat cyborg serupa, “Unit 0x…”
Yang berbicara adalah ExvionE47, yang melanjutkan, “Aku telah merekonstruksimu kembali baut demi baut…databasemu terjaga baik. Aku juga mengaktifkanmu kembali untuk…”
Tiba-tiba Zero0x yang terekayasa kembali menyambar Ilmuwan tersebut dan membenturkan tubuhnya ke tembok sehingga retak-retak
CONTOH KESADARAN UNIT:
Menganalisa…
Subyek Primer: ExvionE47
ERROR…Berserk
Sebab: Data yang kacau
“Aku ingin jawaban, Unit E47! Aku ingin sekarang!” ancamnya. Meskipun situasinya serius, Spesialis Accretia itu berujar dengan tenang,
“Bagaimana…dengan…hubunganmu…dengan…gadis Cora…dan…pemuda…Bellato itu? Apakah itu mengubahmu sepenuhnya? Kau bahkan berbalik melawan GungnirTII…”
Dengan refleks, Gladius itu melepaskan cengkeramannya,
“Jangan khawatir!” kata Exvion melanjutkan, “Aku sudah menghapus data mereka dari databasemu. Board Kekaisaran takkan mengetahui rahasiamu…”
“Apa yang kau inginkan dariku?” tanya Zero.
“Tidak ada…” jawab Spesialis itu misterius, “Aku hanya ingin tahu tentang mereka dan kau adalah referensi terbaikku. Berterima kasihlah bahwa kau masih ‘hidup’, Unit 0x. Mungkin kau dapat bertemu mereka lagi suatu hari nanti…jika mereka mengenalimu…” Zero hanya terdiam.
Ilmuwan Accretia itu berkata, “Nah, boleh aku permisi?” Begitu sendirian, Gladius itu berpikir,
Aku ingat mereka…tetapi aku tidak dapat mengingat nama mereka…siapa mereka?
-###-
Jauh dari Zero0x,
Exvion memasuki sebuah ruangan rahasia dan memikirkan pembicaraan tadi. Sejak masa produksinya, ia menghabiskan waktu untuk mempelajari makhluk berdaging. Obsesinya bertambah ketika menyaksikan asal mula para Accretia, termasuk dirinya.
Exvion telah bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan dari kaumnya, dan kini mencoba untuk mendapat apa yang hilang daripadanya. Ia harus menemukan specimen yang tepat.
Dengan satu gerakan dari cyborg itu, seluruh ruangan menyala dengan cahaya yang menyeramkan dan ruangan tersebut dipenuhi oleh berbagai bejana dan tabung yang berisi sisa-sisa percobaannya. Semuanya adalah kegagalan. Namun ia sudah mendapatkan specimen lain. Exvion berpaling kepada sepasang tabung berukuran tubuh manusia. Tabung-tabung tersebut berisi…jasad Nelysa dan Atalanta. Mereka telah dilucuti dari semua perlengkapan dan pakaian mereka, bahkan lubang besar di dada Nelysa dapat terlihat.
Exvion menganggap perolehan mereka adalah pencapaian terbesarnya. Sangat jarang mendapatkan para pengguna Force, biasanya mereka sudah hancur lebur. Namun jasad-jasad ini masih segar dan dapat membantu penelitiannya. Spesialis berzirah putih berpaling pada tabung lain dimana sebuah jasad wanita setengah jadi mengambang,
Segera, takdirku akan terpenuhi dan Kekaisaran akan membayar mahal atas apa yang mereka perbuat padaku…
Ia hanya membutuhkan satu specimen hidup…dan namanya adalah Novem!
-###-
Sementara itu di Planet Elan,
Sosok gelap berlutut di hadapan sosok besar yang menyerupai patung. Rambutnya merah dan matanya yang berwarna kuning seperti kadal. Ia berujar,
“Tuanku, percobaan kecil kita berhasil. Senjata itu telah diuji dan kehancurannya luar biasa,”
Sosok patung itu menyahut, “Hanya tiga yang selamat…kau bilang itu sukses. Apa penjelasanmu?”
Sosok gelap tersebut menjawab, “Mereka tidak berarti, Tuanku. Sukses percobaan ini telah mendorong para Cora, Bellato dan Accretia untuk mencarinya. Saya telah menugaskan agen-agen kita, yang menyamar sebagai ‘Dewa-Dewa Perang’ untuk membuat senjata itu tersedia bagi mereka. Maka mereka akan saling menghancurkan…lebih dahsyat daripada sebelumnya!”
Sosok raksasa itu mengangguk, “Bagus, Wazir! Sekarang bagaimana dengan pertemuan itu?”
Sang Wazir membungkuk, “Kita telah menerima respon bagus dan mereka akan datang untuk…mendiskusikan penyelesaian akhir melawan Tiga Bangsa,”
“Hebat!” puji sosok raksasa itu, “Ini sangat menarik untuk memperhatikan makhluk-makhluk rendah saling bertempur satu dengan yang lainnya. Setelah ini selesai, kita akan bergerak dan menguasai Sektor Novus tanpa perlawanan!”
“Ya, Tuan Dagnu!” ujar Wazir senang, “Para Herodian akan menguasai Novus tanpa perlawanan!”
Cerita Scions of Novus tamat.
CHAPTER 16 END.
Previous Chapter > Read Chapter 15:
https://www.pejuangnovus.com/scions-chapter-15/
List of Scions of Novus Chapter:
https://www.pejuangnovus.com/scions-chapter-list